share

Read latest headlines in your favorite news reader
Fellow Readers
Sign up for our email news letter

Thursday, January 24, 2013

Melepasmu, ku dapatkan yag lebih baik



Sore ini, aku akan bertemu dengannya lagi setelah sekian lama aku tak bertemu dengan Filbert. Di sore yang gelap gulita karena hujan,  terasa seperti sore yang penuh dengan warna. Saat aku sedang menyelusuri jalan untuk kedepan rumah aku sudah melihat wajahnya yang begitu rupawan dan membuatku mulai terpesona oleh senyumannya yang begitu menawan yang membuat hatiku meleleh. Dia menyapaku dengan sepenggal kata saja “Sore,” aku hanya bisa membalasnya dengan kalimat yang sama.
Aku persilahkan dia untuk masuk kerumah, setelah berbincang-bincang cukup lama,  tiba-tiba aku mendengar sepatah kalimat yang keluar dari mulut manisnya, yang membuat hati ini bergejolak,  “maafkan aku, ini semua bukan salahmu, tapi aku sudah tidak bisa menjalani hubungan ini lagi, hubungan ini cukup sampai di sini saja.” Aku hanya dapat termenung dengan kata-kata yang di ucapkannya barusan, karena tak kuasa menahan,  setetes demi setetes air mataku mulai berjatuhan. Dia berusaha untuk menenangkanku, tapi apa daya hati ini sudah terlanjur tergores luka. Filbert hanya dapat mengatakan sepenggal kata kepadaku “maaf” hanya kata itu yang keluar dari mulut manisnya. Sebelum dia meninggalkan aku, dia memberikan pelukan kepadaku untuk yang terakhir kalinya, rasanya aku tak kuasa untuk menerima semua ini. Bagiku hari ini seperti mimpi burukku.